Thursday, June 23, 2011

Terapi Alternatif Autis Dengan Energi Quantum

. Thursday, June 23, 2011 .

Sobat Quantum yang berbahagia,

Beberapa bulan lalu saya menerima permintaan untuk memberi terapi kepada pasien yang menderita Autisme. Orang tua dari pasien membuat janji bertemu di rumah saya agar dapat memberi terapi secara langsung kepada anaknya.

Berikut ini profile singkatnya:
Nama : Anugrah (16 th)
Alamat : Harapan Jaya, Bekasi
Keluhan : Autisme, tidak bisa tidur ketika perjalanan di mobil, egois, cuek, tidak suka dengan anak kecil, lari tidak bisa direm.


Bila mengacu dari kamus wikipedia.org Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993).
Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
  1. Interaksi sosial,
  2. Komunikasi (bahasa dan bicara),
  3. Perilaku-emosi,
  4. Pola bermain,
  5. Gangguan sensorik dan motorik
  6. Perkembangan terlambat atau tidak normal.

Ok.. mari kita kembali ke topik bahasan kita mengenai terapi kepada pasien yang menderita Autisme ini.

Pada pertama kali bertemu dengan Anugrah sungguh mengejutkan karena perawakannya yang tinggi dan sangat hiper aktif, ketika baru membuka pintu untuk menerima Anugrah, beliau langsung berjalan menuju ruang belakang, bingung campur kaget saya langsung tahan tangannya dan memintanya duduk di sofa agar tidak semakin jauh masuk ke kamar belakang.

Melihat kondisinya yang sangat hiper aktif dan tidak bisa diam, tentunya sangat sulit bila memberi terapi dengan memintanya untuk duduk tenang sambil saya berdiri di belakangnya. Akhirnya saya memutuskan memberi terapi dan mengarahkan energi Quantum kepada Anugrah sambil berbicara kepada orang tuanya. Saya menyampaikan kepada kedua orangtuanya bahwa sambil ngobrol saya memberikan terapi kepada anaknya.

Orang tuanya bercerita mengenai tingkah laku anaknya di rumah yang sangat aktif juga egois, cuek dan lain sebagainya. Pada saat kami mengobrol Anugrah tidak henti-hentinya berbicara dalam bahasa yang dimengertinya sendiri dan tidak berhenti menggerakkan tangan dan kakinya kadang mengangkat kaki kirinya ke atas, kadang menaikkan kedua kakinya ke sofa, dan lain lain.

Anugrah sesekali menirukan suara tokoh kartun dalam game PS (Play Station) dan sangat mirip suaranya menurut kedua orang tuanya, menurut mereka juga Anugrah ini merupakan seorang Plagiat yang ulung (menirukan suara orang).

Orang tuanya juga bercerita bahwa sempat membawa Anugrah untuk berobat kepada seorang Professor ternama di Indonesia dengan metode terapi kejut listrik, dengan kedua kaki di rendam dalam baskom berisi air kemudian ada 2 alat yang terhubungkan ke listrik arus rendah lalu menempelkan kedua alat tersebut di kiri dan kanan kepala Anugrah.
Saat Anugrah kecil ayahnya masih mampu menahan dan memegangi Anugrah agar tidak terlalu banyak bergerak ketika sedang diterapi dengan metode kejut listrik tersebut. Karena sekarang sudah besar ayahnya sudah tidak kuat lagi menahan Anugrah bila memberontak ketika terapi, akhirnya terapi tersebut tidak dilanjutkan.

Ternyata terapi kejut listrik ini meninggalkan kesan buruk kepada Anugrah, beliau menjadi takut bila diajak untuk berobat. Mungkin sudah terekam dalam pikirannya bila berobat nanti akan disetrum dan menimbulkan rasa sakit pada dirinya, sehingga membuatnya trauma bila diajak orang tuanya untuk berobat.

Selesai mendengarkan penuturan orang tuanya giliran saya menjelaskan mengenai terapi energi Quantum.

Bahwa terapi ini adalah terapi dengan memanfaatkan energi alam yang saya sebut energi Quantum. Energi Quantum itu sendiri adalah energi yang positif, bila dihantarkan ke tubuh seseorang, maka akan diserap oleh tubuh untuk kemudian dialirkan kembali ke bagian-bagian yang membutuhkan, memperbaiki sel-selnya kembali.

Saya juga menjelaskan mengenai reaksi yang terjadi dengan terapi energi Quantum ini, salah satunya mengantuk. Informasi mengenai reaksi dapat dilihat disini.

Sambil terus memberi penjelasan mengenai energi Quantum saya tetap memberi terapi kepada Anugrah. Setelah +/- 1 jam berbicara sambil memberi terapi kepada Anugrah, tidak berapa lama Anugrah mulai terlihat mengurangi aktivitas kaki dan tangannya. Ayahnya menyampaikan "Anak ini kalau gejalanya seperti ini biasanya ada 2 kemungkinan yang pertama dia bosan, dan yang kedua ngantuk"

Kemudian ayahnya meminta Anugrah untuk berbaring di sofa. Tidak berapa lama Anugrah berbicara kepada ayahnya dan mengatakan "Masuk.. masuk..." "Maksudnya masuk ke kamar untuk tidur" terang ayahnya memberi penjelasan. "Berarti dia sudah ngantuk sekali sampai minta masuk kamar pak." lanjut ayahnya. Hanya saja Anugrah tidak bisa tidur di tempat lain selain di kamarnya, makanya dia minta masuk kamar.
Tidak berapa lama kedua orang tua Anugrah juga bereaksi terhadap energi Quantum, mulai terlihat menahan ngantuk.

Karena tidak kunjung masuk kamar untuk tidur, sementara kondisi Anugrah sangat mengantuk tapi tidak bisa tidur selain di kamarnya, Anugrah mulai mengerjap-ngerjapkan matanya menahannya agar tetap bisa melek. Beberapa kali dilakukan hal yang sama, namun tetap tidak tertahankan rasa kantuknya, akhirnya Anugrah menjadi gelisah dan kembali meminta "masuk". Karena khawatir Anugrah akan menjadi rewel maka kedua orang tuanya pamit untuk pulang, sambil mereka terlihat sedikit menahan kantuk.

Sebelum pulang saya minta mereka mencicipi Air Quantum (Air yang sudah ditransfer energi Quantum).

Read More →
0 comments

Wednesday, June 22, 2011

Pasien Pertama Pengobatan Quantum di Luar Negeri

. Wednesday, June 22, 2011 .

Sobat Quantum yang berbahagia,

Sebetulnya sudah cukup lama saya menerima pasien ini kurang lebih pertengahan November tahun 2010 lalu. Artikel ini merupakan hutang saya dalam artikel sebelumnya, yang berjanji akan menyampaikan kisah pengobatan kepada pasien saya di luar negeri kepada sobat sekalian.

Berikut ini profile singkatnya:

Nama : Mrs. Kikan (49 th) (maaf nama disamarkan)
Alamat : Geneva, Switzerland
Keluhan : Syaraf kejepit di pinggang yang rasa sakitnya menjalar turun kebawah, nyeri di bokong kirinya (sciatica), betis hingga jempol kiri. Dan menjalar ke atas sampai tengkuk kiri dan disertai dengan migrain. Juga Nyeri pada telinga sebelah dalam pasca operasi. Saat itu dioperasi karena dahulunya sering menyelam tapi masih terasa sakit pada bagian telinga sebelah dalam.

Namanya kok mirip-mirip nama Indonesia pak? Mungkin itu pertanyaan yang timbul dalam benak sobat sekalian. Ya betul sekali beliau masih orang Indonesia yang kebetulan tinggal di Switzerland.

Beliau menderita keluhan syaraf kejepitnya ini sudah cukup lama, sementara keluhan nyeri pada telinga sebelah dalam dirasakannya 3 tahun terakhir pasca operasi. Rasa nyeri yang dirasakannya karena masa mudanya sering menyelam berkurang sedikit setelah operasi, dan masih terasa mengganggu baginya.

Pada awal-awal masa terapi beliau tidak merasakan perubahan sama sekali terhadap sakitnya. Suatu hari, sore hari +/- pukul 14:00 siang (dengan selisih waktu 5 jam berarti saat itu jam 09:00 pagi waktu setempat) beliau mengirim pesan singkat kepada saya: "Tung, kamu lagi terapi saya ya?" tanyanya, "Tidak bu, saya terapi ibu setiap jam 21:00 WIB, memangnya ada apa bu?" Tanya saya khawatir.
"Kok seluruh badan saya terasa kesemutan semua?" kejarnya lagi. "Ooh itu berarti sedang healing crisis bu, memang setiap orang berbeda-beda healing crisisnya" terang saya.
"Memang ada yang healing crisisnya seperti saya ini, kesemutan seluruh badan" kejarnya lagi. "Kalau yang kesemutan seluruh badan belum ada bu, tapi kalau sakit seluruh badan ada, dan reaksi healing crisisnya berbeda2"
"Oooh begitu ya... OK Tung, makasih ya", "Sama-sama bu.."

Terapi Energi Quantum masih dilanjutkan secara jarak jauh, selang 3 hari kemudian saya menanyakan kembali perkembangan beliau, dan beliau menyampaikan kalau reaksi healing crisis (kesemutan seluruh badan) hilang sama sekali setelah +/- 3 jam dirasakannya seiring dengan hilangnya rasa kesemutan tersebut nyeri di pinggang, bokong, hingga ujung jempol kakinya juga menghilang, kemudian nyeri di bahu kirinya tersisa sedikit, lalu sakit di dalam telinganya juga berangsur-angsur berkurang dan akhirnya menghilang dengan sendirinya.

Subhanallah.


Read More →
0 comments

Wednesday, June 8, 2011

Pak Saya Sudah Capek Berobat Tapi Tidak Ada Hasil (Part 2)

. Wednesday, June 8, 2011 .

Sobat Quantum yang berbahagia,

Melanjutkan kisah pengobatan pada artikel sebelumnya "Pak Saya Sudah Capek Berobat Tapi Tidak Ada Hasil (Part 1)"

Begini lanjutan kisahnya.

Setelah mendapatkan informasi mengenai penyakitnya dan mencari dan menemukan akar permasalahannya yaitu syaraf kejepit di pinggang yang mempengaruhi organ dalam yaitu lever dan syaraf kejepit di leher yang mengganggu titik keseimbangannya.

Saya mulai memberikan terapi. Pada terapi pertama (kebetulan saat itu beliau datang langsung kerumah untuk diterapi secara jarak dekat). Setelah selesai memberikan sesi terapi energi Quantum secara jarak dekat kepadanya saya meminta beliau untuk berjalan sedikit, saat itu terlihat jalannya masih sempoyongan tapi beliau menyampaikan kalau kakinya sedikit lebih kuat dibandingkan sebelum terapi.


Saya menyampaikan bahwa penyembuhannya masih dalam proses, kemudian memintanya untuk duduk kembali. Dan pada saat duduk juga terlihat ada kekuatan untuk menahan badannya ketika hendak duduk di sofa, tidak seperti sebelumnya yang menghempaskan tubuhnya di sofa.

Kemudian beliau menyepakati untuk mengambil paket terapi Medium selama 15x (15 hari terapi berturut) untuk terapi selanjutnya.
Ketika terapi beliau menyampaikan bahwa hampir merasakan semua sensasi yang pernah saya sebutkan pada artikel sebelumnya.

1 minggu kemudian beliau datang lagi untuk terapi secara jarak dekat. Pada saat datang terlihat dari cara berjalannya lebih kuat dibanding sebelum terapi, dan wajahnya terlihat lebih tenang, tidak seperti orang yang menahan sakit.

Minggu berikutnya beliau datang lagi untuk terapi jarak dekat, beliau mengatakan bahwa kondisinya sudah makin membaik rasa nyeri dipinggangnya yang sebelumnya luas, ketika terapi jarak jauh, rasa nyerinya seolah-olah seperti dilokalisir (dikurung bidang nyerinya yang sebelumnya lebar semakin mengecil, terus-menerus sampai kemudian tersisa satu titik dan akhirnya hilang)

Beliau juga menyampaikan bahwa yang sebelumnya sulit menjaga keseimbangan, takut jatuh bila berjalan diatas bidang yang tidak rata, beberapa waktu lalu beliau secara tidak sengaja menginjak batu yang agak besar dan otomatis kakinya agak miring (telapak kaki menghadap ke dalam +/- 30 derajat), biasanya bila mengalami kejadian seperi itu beliau langsung terjatuh, pada saat itu beliau tidak jatuh sama sekali. Alhamdulillah katanya.

Kedatangannya kali ini selain untuk terapi jarak dekat sekaligus juga untuk memperpanjang terapinya, karena beliau benar-benar merasakan perubahan secara menyeluruh pada tubuhnya. Selain nyeri yang berkurang bahkan hilang, keseimbangannya yang semakin membaik juga rasa percaya dirinya bangkit kembali, karena menemukan harapan untuk sembuh dari penyakitnya melalui terapi Quantum, baik secara jarak jauh maupun secara jarak dekat.

Kali ini beliau memperpanjang masa terapinya dengan mengambil paket terapi Super (40x) terapi. Beliau tidak ragu untuk mengeluarkan biaya terapi tersebut karena beliau benar-benar merasakan perubahan pada dirinya, walaupun perlahan perubahannya tetapi dirasakan semakin membaik dari hari ke hari.

Setelah terapi jarak dekat dan memperpanjang masa terapinya untuk selanjutnya beliau memilih untuk terapi secara jarak jauh. Mengingat kesibukannya sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah di Serang, dan kesibukan lainnya yaitu melanjutkan studinya di salah satu universitas di Jakarta. Tenaganya difokuskan untuk kegiatan utamanya, dan beliau tidak capek-capek lagi datang berobat, karena sudah menemukan terapi yang pas dan holistik (menyeluruh), yaitu terapi energi Quantum secara jarak jauh dan jarak dekat.

Alhamdulillah ketika saya menanyakan kondisinya setelah selesai masa terapinya, beliau mengatakan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kakinya yang lemas, kini jauh lebih kuat, keseimbangannya jauh lebih baik, keluhan-keluhan lainnya juga dirasakan semakin berkurang, bisa dikatakan sudah tidak dirasakannya sama sekali.


Read More →
0 comments

Saturday, June 4, 2011

Pak Saya Sudah Capek Berobat Tapi Tidak Ada Hasil (Part 1)

. Saturday, June 4, 2011 .



Sobat Quantum yang berbahagia,

Beberapa bulan lalu saya menerima pasien dengan keluhan syaraf kejepit di sekitar pinggangnya. Sempat kaget juga ketika beliau menyampaikan keluhannya sakitnya dan keluhan lainnya sehingga menyampaikan bahwa "beliau sudah capek berobat tapi tidak ada hasil"

Bagaimana tidak, dalam setiap usahanya untuk berobat seolah-olah beliau selalu menemui jalan buntu akan penyakitnya. Berbagai macam terapi sudah beliau jalani namun tetap tidak ada perkembangan terhadap penyakitnya ini.

Berikut ini profil singkatnya:
Nama : Lingga (27 th)

Alamat : Pondok Cabe (rumah tinggal hanya Sabtu, Minggu) dan Balaraja (rumah kost, selama hari kerja)
Keluhan : Syaraf kejepit di pinggang, nyeri yang luas sepanjang pinggang, kaki lemas tidak bertenaga, bila berjalan seperti agak diseret (pernah suatu hari beliau terpaksa menyeberang jalan dengan dituntun oleh kakek-kakek, sementara perawakannya tinggi besar); tidak kuat menaiki tangga (terpaksa naik tangga sambil merambat di dinding karena tidak ada pegangan di sepanjang anak tangganya, kadang juga dibantu oleh orang lain untuk menaiki tangga sampai ke lantai 2); Kurang keseimbangan, ketika berjalan harus berjalan diatas jalan yang rata tidak ada batu-batu diatasnya, sedikit saja kakinya menapak di atas bidang yang tidak rata pasti langsung terjatuh. Dengan semua kondisinya ini beliau juga mengalami krisis kepercayaan diri, minder akan kondisinya, masih muda dan terlihat sehat tapi kondisi fisik di dalamnya tidaklah seperti yang terlihat dari luar. Mudah capai dan lelah, Kadar SGOT dan SGPT yang tinggi, diketahui dari hasil pemeriksaan lab, sempat divonis Hepatitis B, tapi ketika diperiksa HBsAg hasilnya negatif.

Sungguh memprihatinkan kondisi beliau ini.

Beliau bercerita pernah ke pijat tuna netra karena mengalami nyeri di paha belakangnya, dan curiga bahwa penyebab lemas pada kakinya adalah dari nyeri pada paha belakangnya. Selesai dipijat tuna netra rasa nyerinya jauh lebih ringan dan berangsur-angsur menghilang setelah beberapa lama, tetapi lemas pada kakinya tidak juga pulih. Sang tukang pijat mengatakan bahwa menurut pengalamannya posisi syaraf pada paha belakangnya sudah benar buktinya nyerinya sudah jauh lebih ringan. Tapi karena keluhan utamanya adalah kaki yang lemas akhirnya sang tukang pijat menyerah.

Beliau juga pernah ke Chiropractic dan dilakukan pemeriksaan dan tindakan chiropractic adjustment, sang dokter Chiropractic mengatakan bahwa berdasarkan teori bahwa susunan tulang belakangnya sudah pas dan penyesuaian tulang belakang yang dilakukan sudah benar, tapi tetap tidak dapat membantu menguatkan kakinya yang terasa lemas. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhenti menjalani Chiropractic.

Beliau pernah ke terapi alternatif lain yang kebetulan masih pamannya di Semarang, menurut pamannya kemungkinan syaraf kejepit dipinggangnya ini ada yang mempengaruhi ke hati sehingga membuat hasil tes SGOT dan SGPT terlihat tinggi dan ada yang mempengaruhi ke kaki sehingga membuat kakinya menjadi lemas. Setelah dibantu terapi oleh pamannya beliau merasa membaik sedikit, tapi karena jarak yang sangat jauh sementara beliau juga harus tetap bekerja, akhirnya memutuskan tidak melanjutkan terapi kepada pamannya tersebut.

Informasi syaraf tulang belakang yang mempengaruhi fungsi organ tubuh lain.

Beliau juga pernah ke dokter Orthopedic yang sangat mengerti mengenai tulang belakang. Menurut sang dokter diketahui ada rongga pada ruas tulang belakangnya tidak seberapa besar rongganya. Namun berdasarkan teori seharusnya kelainan rongga tulang belakang yang sekecil ini tidak mengakibatkan rasa lemas pada kaki yang sehebat ini lemasnya, dan tidak mempengaruhi levernya sehingga setiap di test SGOT dan SGPT hasil pemeriksaan lab menjadi tinggi. Selain masalah rongga pada tulang belakang tersebut tidak ditemukan kelainan pada sepanjang tulang belakang yang lain, menurut dokternya lagi. Oleh sang dokter diberikan resep untuk menjalani fisioterapi selama beberapa kali. Setelah selesai fisioterapi tetap tidak ada perubahan terhadap sakit yang dideritanya. Akhirnya beliau kembali memutuskan untuk berhenti mengunjungi sang dokter dan menjalani fisioterapi.

Demikian banyak keluhannya, membuatnya agak stress karena setiap usaha yang beliau tempuh tidak menunjukkan perbaikan pada keluhan penyakit yang sudah disebutkan diatas, dan akhirnya berkata "Pak Saya Sudah Capek Berobat Tapi Tidak Ada Hasil".

Kisah pengobatan terapi Quantum kepada beliau akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya Part 2 agar artikel ini tidak terlalu panjang dan membosankan bagi sobat Quantum untuk membacanya.

Semoga sobat Quantum selalu berada dalam keadaan sehat walafiat dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Salam Quantum

Continue to Part 2
Read More →
0 comments

Saturday, May 21, 2011

Nyeri Dada Kiri Menembus Hingga Punggung Tidak Selalu Gejala Sakit Jantung

. Saturday, May 21, 2011 .

Sobat Quantum yang berbahagia,

Baru-baru ini saya mendapatkan pasien dengan keluhan Nyeri Dada Kiri yang Menembus Hingga Punggung, sakitnya ini sudah dirasakannya cukup lama, paling parah dirasakan setelah melahirkan anak kedua. Sempat didiagnosa sakit jantung, tapi setiap dirawat hasil pemeriksaan dokter selalu "STRESS". Ditambah sakit sesak nafas yang hilang timbul, bila melakukan aktifitas kerja yang agak berat nafas sudah seperti orang yang habis bekerja berat tersengal-sengal.

Berikut ini profil singkatnya:

Nama : Ivi
Umur : 33 th
Alamat : Kenten, Palembang
Keluhan : Nyeri Dada Kiri yang Menembus Hingga Punggung, Sesak Nafas

Ketika melahirkan anak keduanya beliau melahirkan dengan normal dengan metoda induksi. Ternyata proses melahirkannya menimbukan sakit yang luar biasa, sampai-sampai selama 1 minggu setelah melahirkan beliau menderita sakit migrain (kepala sebelah kiri) yang teramat sangat. Untuk mengatasi migrainnya tersebut beliau terpaksa mengkonsumsi Asam Mefenamat sampai 4 butir sehari selama kurang lebih 2 minggu.

Sesudahnya dada sesak terus menerus, akhirnya beliau kembali dirawat selama 5 hari. Hasil cek-up lengkap EKG (Electrocardiogram), Treadmill dan lain-lain, diagnosa akhir hanya stress saja, karena dari riwayat keluarganya tidak ada yang memiliki keluhan sakit jantung. Sebelumnya beliau juga pernah terjatuh dari motor beberapa kali.

Berdasarkan keluhan yang disampaikannya karena tidak terdeteksi sakit jantung secara medis, saya curiga ada syaraf yang terjepit di sekitar punggung kiri, kemungkinan ketika beliau terjatuh dari motor sebelumnya sudah ada gejalan syaraf terjepit di punggung kirinya yang kemudian terakumulasi dan menjadi semakin parah ketika proses persalinan. Karena selama proses persalinan, semua otot-otot di punggungnya berkontraksi yang mengakibatkan syaraf di sekitar punggung kirinya terjepit sehingga efek sakit yang dirasakannya menyebar kemana-mana:
1. Nyeri Dada menembus hingga punggung kiri
2. Sesak Nafas
3. Nyeri di leher (sulit menelan)
4. Migrain di kepala sebelah kiri

Semua keluhannya tersebut berkaitan dengan masalah syaraf di sekitar tulang belakangnya. Seperti yang sudah saya sampaikan pada artikel sebelumnya bahwa setiap ruas di tulang belakang kita memiliki fungsi sendiri-sendiri dan bila mengalami gangguan akan berakibat pada sakit yang lainnya.

Satu hari sebelum terapi beliau menyampaikan keluhannya kembali bahwa sakitnya pinda ke tulang belakang sampai ke dada bagian depan, jadi kalau nelan air liur sakitnya minta ampun, sampai-sampai beliau tidak berani makan karena untuk menelan air saja dadanya langsung terasa sakit sekali, juga nyeri di leher yang langsung ke dada depan terasa sakit sekali.

Saya menyampaikan agar terapinya jangan ditunda, karena akan memperparah sakitnya bila tidak segera diterapi. Akhirnya kami sepakat untuk terapi pada hari itu juga: malam hari jam 21:00 WIB.

Setelah terapi hari pertama keesokan harinya saya menanyakan perkembangannya, dan beliau menyampaikan:

"Alhamdulillah mas, hari ini aku sudah bisa makan, kemarin aku gak berani makan, karena kalau nelan air saja dadaku langsung nyeri banget, semalam aku ngerasain kayak hangat dan seperti kesemutan yang menjalar, dan pagi-pagi bangun nyeri di leher yang langsung ke dada berkurang"

Setelah Terapi hari ke dua:
"Alhamdulillah, masih sakit sedikit dadanya, tapi sudah jauh berkurang."

Alhamdulillah.

Saat artikel ini ditulis beliau masih dalam masa terapi Pengobatan Quantum Secara Jarak Jauh yang kedua kali. Saya akan mengupdate kembali perkembangan terapi beliau pada artikel selanjutnya.

Salam Quantum

Read More →
0 comments

Monday, May 16, 2011

Terapi Alternatif Nyeri Lutut dengan Energi Quantum

. Monday, May 16, 2011 .

Sobat Quantum yang selalu dalam keadaan sehat walafiat,

Beberapa bulan lalu saya menerima pasien yang menderita nyeri lutut kanannya penyebabnya kemungkinan pernah terjatuh karena pasien ini tergolong sangat aktif, maklum masih berusia 3 th dan sedang senang-senangnya bermain dengan teman-teman sebayanya.

Berikut ini profil singkatnya.

Nama : Febrian
Umur : 3 th
Alamat : Komp. Kodam Jaya Cililitan, Jakarta Timur
Keluah : Nyeri Lutut Kanan, kemungkinan ada ligamen yang luka ketika jatuh saat bermain dengan teman-temannya.

Setiap malam pasien selalu mengeluh kesakitan sambil memegangi lutut kanannya. Orang tua pasien menghubungi saya meminta bantuan agar anaknya dapat diterapi dengan energi Quantum secara Jarak Jauh. Setelah mendapatkan informasi dan data-data lengkap mengenai keluhan pasien, terapi energi Quantum secara Jarak Jauh mulai diberikan.

Terapi pertama, menurut orang tuanya malamnya pasien tidur dengan gelisah dan sesekali masih bangun tengah malam sambil mengeluh nyeri pada lutut kanannya.

Terapi kedua, pasien sudah dapat tidur dengan nyenyak, 2 kali terbangun dan mengeluh nyeri pada lutut kanannya.

Terapi ketiga, pasien terbangun 1 kali karena nyeri pada lutut kanannya.

Terapi keempat, pasien sudah tidak terbangun tengah malam karena nyeri pada lutut kanannya.

Terapi kelima, keluhan nyeri lututnya sudah tidak dirasakannya lagi.

Alhamdulillah, orang tua pasien sangat senang karena keluhan nyeri lutut anaknya sudah sembuh total dan tidak dirasakannya lagi.

Selain itu terapinya tidak harus datang ke rumah saya, cukup terapi secara jarak jauh sehingga tidak menyita waktu orang tuanya untuk mengantar anaknya terapi.
Dan selama masa terapi orang tuanya tidak memberi tahukan bahwa anaknya sedang diterapi, hanya mengamati perkembangannya selama masa terapi sehingga tidak merepotkan orang tuanya memberikan penjelasan kepada sang anak mengenai terapi Energi Quantum, karena belum tentu sang anak mengerti akan terapi Energi Quantum mengingat usianya yang masih balita.


Read More →
0 comments

Wednesday, May 11, 2011

Nyeri Dada Kanan dengan Energi Quantum dan Air Quantum

. Wednesday, May 11, 2011 .

Sobat Quantum yang berbahagia,

Bulan lalu saya membantu menolong teman kantor saya sebut saja Cepi, beliau menderita nyeri pada dada sebelah kanannya. Gejala nyeri terasa hebat ketika beliau batuk. Setiap beliau batuk dada kanannya terasa sangat nyeri seperti ada benda yang menusuk dada kanannya tersebut.

Beliau sangat menderita akan sakitnya ini, terlihat setiap selesai batuk beliau meringis kesakitan menahan nyerinya dan hampir jatuh terduduk untuk menahan sakitnya. Sebelum dirasa nyeri pada dada kanannya beliau merasakan nyeri pada tulang belakang kanannya sejajar dengan nyeri pada dada kanannya. Saat itu tulang belakang kanannya tidak dirasakan sakit sama sekali, berganti dengan nyeri pada dada kanannya.

Berdasarkan dari keluhannya beliau menderita gangguan kejang pada otot2 pernapasan (berdasarkan referensi paman google)

Kejangnya ini kemungkinan ditimbulkan dari gangguan pada tulang belakangnya, karena pada saat batuk terjadi kontraksi otot2 punggung yang kemudian terkena syaraf yang mengatur fungsi rongga dada dan berdampak kejang pada otot2 pernapasan sehingga menimbulkan nyeri.

Saya menawarkan kepadanya untuk saya terapi dengan Energi Quantum dan air Quantum, kebetulan saat itu beliau tidak membawa air mineral, dan memutuskan untuk membeli air mineral di warung terdekat. Akhirnya kami berdua berjalan menuju warung untuk membeli air mineral. Sambil berjalan ke arah warung dan berbicara mengenai sakitnya saya memberikan terapi kepadanya.

Setelah membeli air mineral, kemudian saya mentransfer energi quantum ke dalam air mineral, sambil mentransfer energi Quantum ke dalam botol yang berisi air mineral saya tetap memberikan terapi kepada teman saya tersebut.

Kemudian saya memintanya untuk meminum air Quantum seukuran kurang lebih setengah gelas. Setelah beliau selesai meminum air Quantum kami kembali ke lobby kantor. Sambil berjalan saya menanyakan kondisinya, bagaimana sekarang?

"Eh, enakan ni pak sekarang, masih agak berat dada kanannya tapi tidak seberat sebelumnya" ceritanya senang.
"Iya pak, masih dalam proses perbaikan, tidak bisa langsung hilang" terang saya lagi.
Tidak berapa lama beliau batuk lagi, selesai batuk beliau masih meringis kesakitan tapi tidak sehebat sebelum terapi.

"Sabar ya pak masih proses, mudah-mudahan kedepannya semakin membaik, Amin"
"Amin, Makasih ya pak"

Selesai ngobrol kami kembali ke kantor dan melanjutkan kerja lagi.

Beberapa hari kemudian selang 5 hari kemudian saya menanyakan perkembangan penyakitnya.

"Sudah hilang pak, ke-esokan harinya nyerinya berangsur-angsur berkurang, sampai akhirnya hilang pak?" ceritanya dengan penuh semangat.
"Alhamdulillah"
"Makasih ya pak" jawabnya senang.
"Sama-sama pak" balas saya sambil mengangkat tangan mengajaknya untuk toss.



Read More →
0 comments